Cara Setting Plugin W3 Total Cache untuk WordPress

By | 03/04/2017
Cara Setting Plugin W3 Total Cache untuk WordPress

Cara Setting Plugin W3 Total Cache untuk WordPress – W3 Total Cache adalah salah satu Plugin WordPress yang terbaik untuk meningkatkan kinerja Blog WordPress. Dengan adanya Plugin W3 Total Cache blog WordPress kita semakin ringan dan waktu loading halaman (page load) akan menjadi semakin cepat serta meringankan beban server hosting kita. Plugin W3 Total Cache ini telah dipercayai oleh beberapa blog besar seperti mashable.com, yoast.com, css-tricks.com, mattcutts.com, smashingmagazine.com dan masih banyak lagi. W3 Total Cache telah didownload sebanyak 3,9 juta kali dan mendapat nilai 4.5 bintang  dari maksimum 5 bintang menurut penilaian para penggunanya.
Sebelum melakukan Instalasi atau pemasangan Plugin W3 Total Cache, saya sarankan untuk menguji kinerja blog kita dengan gtmetrix.com. Silakan baca : Cara mengetahui performance suatu blog. Dengan demikian kita dapat melihat perbedaan kinerja sebelum dan sesudah pemasangan plugin W3 Total Cache ini.

Cara Mudah Setting Plugin W3 Total Cache untuk WordPress

Sebenarnya cara untuk melakukan setting plugin W3 Total Cache tidaklah terlalu sulit, tetapi kita perlu ketelitian dan sedikit kesabaran. Karena item yang perlu di setting boleh dikatakan banyak.
Sebelum memulai Setting, tentunya kita harus Install Plugin W3 Total Cache tersebut ke WordPress kita.
Cara Install-nya pun sama dengan Install Plugin WordPress pada umumnya.
Silakan ke Dashboard WordPress anda kemudian klik plugins > Plugins > Add New > Ketikan W3 Total Cache. Tunggu Instalasi sampai selesai dan aktifkan Plugin W3 Total cache.
Setelah Aktifkan, Klik [Performance] di Menu Dashboard.

Berikut ini cara setting Plugin W3 Total Cache dengan mudah :

Menu General Setting

Di Menu bar, Klik [General Setting] kemudian lanjutkan setting seperti dibawah ini :

General

General : Toggle all caching types on or off (at once)  : Jangan di centang.

Page Cache

Page cache :  Enable : Centang
Page cache method : Pilih [Disk enhanced].

Minify

Minify : Enable : Centang
Minify mode : Pilih [Auto]
Minify cache method : Pilih [Disk]
HTML minifier : Pilih [Default]
JS minifier : Pilih [JsMin (default )]
CSS minifier : Pilih [Default]

Database Cache

Database Cache :  Enable : Centang
Database Cache Method : pilih [Disk]

Object Cache

Object Cache : Enable : Centang
Object Cache Method : Pilih [Disk]

Browser Cache

Browser Cache : Enable : Centang

CDN

CDN : jangan dicentang (sementara jangan dicentang dulu, perlu ada setting khusus CDN)

Pada opsi selanjutnya biarkan default saja.
Setelah selesai, klik [Save all settings]
————————————————————————————

Menu Page Cache

Di Menu bar, Klik [Page Cache] kemudian lanjutkan setting seperti dibawah ini :

General

Cache front page : Centang
Cache feeds : site, categories, tags, comments : Centang
Cache SSL (https) requests : Jangan di centang
Cache URIs with query string variables : Centang
Cache 404 (not found) pages : Jangan di centang
Cache requests only for showbagus.com site address : Jangan di centang
Don’t cache pages for following user roles : Centang
Administrator : centang
Opsi yang lain jangan di centang.

Cache Preload

Automatically prime the page cache : Centang
Update interval  : 10800
Pages per interval : 10
Sitemap URL : Isi dengan URL sitemap blog Anda Contoh : http://domain.com/sitemap.xml
Preload the post cache upon publish events : Centang

Pada opsi selanjutnya biarkan default saja.
Setelah selesai, klik [Save all settings]
————————————————————————————-

Menu Minify 

Pergi ke Menu bar kemudian klik [Minify] :

General

Rewrite URL structure : Centang
Disable minify for logged in users : Jangan di centang
Minify error notification : Disabled

HTML & XML

HTML minify settings : Centang semua opsi
Ignored comment stems : secara default telah terisi, jadi biarkan saja.

JS

JS minify settings : Enable : Centang
Before </head> : minify
Preserved comment removal (not applied when combine only is active) : Centang
Line break removal (not safe, not applied when combine only is active) : Centang

CSS

CSS minify settings :  Enable : Centang
Preserved comment removal (not applied when combine only is active) : Centang
Line break removal (not applied when combine only is active) : Centang
@import handling : None

Pada opsi selanjutnya biarkan default saja.
Setelah selesai, klik [Save all settings]
———————————————————————————-

Menu Database Cache

Klik [Database Cache] yang terdapat di Menu bar kemudian lanjutkan setting :

General

Don’t cache queries for logged in users  : Centang

Pada opsi selanjutnya biarkan default saja.
Setelah selesai, klik [Save all settings]
———————————————————————————

Menu Browser Cache

Klik [Browser cache] di Menu bar dan lanjutkan setting seperti dibawah ini :

General

Set Last-Modified header : Centang
Set expires header : Centang
Set cache control header : Centang
Set entity tag (eTag) : Centang
Set W3 Total Cache header : Centang
Enable HTTP (gzip) compression : Centang
Prevent caching of objects after settings change : Jangan di centang
Don’t set cookies for static files : Centang
Do not process 404 errors for static objects with WordPress : Jangan di centang

CSS & JS

Set Last-Modified header: Centang
Set expires header: Centang
Set entity tag (ETag): Centang
Set W3 Total Cache header: Centang
Enable HTTP (gzip) compression: Centang
Prevent caching of objects after settings change: Jangan di centang
Disable cookies for static files: Centang

HTML & XML

Set Last-Modified header: Centang
Set expires header: Centang
Set cache control header: Centang
Set entity tag (ETag): Centang
Set W3 Total Cache header: Centang
Enable HTTP (gzip) compression: Centang

Media & Other Files

Set Last-Modified header: Centang
Set expires header : Centang
Set cache control header: Centang
Set entity tag (ETag): Centang
Set W3 Total Cache header: Centang
Enable HTTP (gzip) compression: Centang
Prevent caching of objects after settings change: Jangan di centang
Disable cookies for static files: Centang

Setelah selesai, klik [Save all settings]
————————————————————————————–
Opsi-opsi lain yang terdapat di Menu bar selain yang disebutkan diatas tidak perlu lagi di setting.

Nah, setelah Setting W3 Total Cache, coba lakukan pengujian Pagespeed dan Yslow yang terdapat di gtmetrix.com dan lihat hasilnya. Lebih baik bukan?
Dibawah ini adalah hasil salah satu blog saya saat sebelum menggunakan W3 Total Cache dan sesudah menggunakan W3 Total Cache.

Demikian cara mudah Setting Plugin W3 Total Cache untuk WordPress.
Selamat mencoba ….
Semoga bermanfaat ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *